LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM

TKIT, SDIT, PONPES AL MUCHTAR

Selasa, 18 Desember 2012

BOARDING SCHOOL AL MUCHTAR

PONDOK PESANTREN TERPADU
Pondok Pesantren yang memadukan kelebihan pesantren Salaf dan pesantren Kholaf (Modern). 
Pendidikan amat sangat penting bagi anak-anak, sebab hanya melalui pendidikan saja mereka akan dapat menjadi “manusia” dalam arti yang sesungguhnya. Karena itu pendidikan adalah hak setiap anak muslim.

Pantas Rasul swt mengatakan bahwa  menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslim, sebab hanya ilmu yang dapat menghantarkan manusia mengerti akan harkat dan martabatnya sebagai manusia. Hanya dengan ilmu itulah anak-anak muslim akan mengenal Tuhannya, mengetahui kewajibannya terhadap Tuhannya, kewajibannya terhadap orangtuanya dan kewajibannya terhadap saudaranya sesama muslim.
Persoalannya adalah bagaimana anak-anak muslim memperoleh pendidikan yang baik? Tiga institusi yang berkewajiban melakukan pendidikan kepada anak, yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat, sekarang ini hampir-hampir lumpuh. 
Alhamdulillah umat Islam sejak dulu memiliki lembaga pendidikan yang mampu menyatukan ketiga institusi tersebut bekerja sama secara harmonis dan kompak, lembaga pendidikan yang mampu menyatukan ketiga institusi itu tiada lain adalah Boarding School atau sekolah berasrama atau biasa disebut dengan Pondok Pesantren.
Suatu kebanggaan bagi umat Islam sekarang ini bahwa cukup banyak berkembang lembaga-lembaga pendidikan Islam berasrama yang kualitas dan mutunya tak perlu diragukan lagi. Kita mungkin masih ingat betapa mindernya umat Islam lima belas atau dua puluh tahun yang lalu karena umat Islam hampir-hampir tidak memliki sekolah yang bermutu, sekolah Islam semisal Ibtida’iyah, Tsanawiyah dan Aliyah tidak lebih dari sekolah yang dikenal tradisional, kumuh, jorok dan kotor, sehingga umat Islam malu mengakui anaknya bersekolah disana, bahkan tidak sedikit umat Islam yang menyekolahkan anak ke sekolah-sekolah non muslim dengan dalih lebih disiplin, bersih dan modern, walau harus mengorbankan kesempatan anaknya belajar Al-Qur’an, dll.
Sekarang ini model pendidikan Boarding atau pesantren merupakan alternatif terbaik. Utamanya bagi anak-anak usia SMP dan SMA, beberapa alasan yang mendasarinya adalah :
Pertama, Salah satu kebiasaan Pesantren adalah menanamkan adab terlebih dahulu sebelum memberikan ilmu kepada santri, hal ini berdasarkan prinsip “memberikan ilmu kepada orang yang su’ul adab (tidak memiliki adab) akan merendahkan ilmu itu sendiri”. Hal ini difahami ibarat petani yang hendak bercocok tanam, ilmu adalah bibit yang hendak di tanam, sedang adab itu adalah lahan tempat bercocok tanam, karenanya wajar lahan perlu diolah terlebih dahulu agar siap ditanami bibit sehingga akan tumbuh subur, artinya ilmu yang diperoleh akan berkah dan bermanfaat.
Kedua, Santri tidak hanya diajarkan ilmu tapi juga sekaligus dicontohkan bagaimana mempraktekkannya, hal ini berdasar prinsip “ilmu yang tidak diamalkan ibarat pohon tanpa buah” sehingga terlihat kebiasaan yang tertanam selama tinggal di Pesantren, misalnya sholat tahajjut, duha, tilawah Al Qur’an dan sebagainya.
Ketiga, Santri ditanamkan pemahaman dan penyadaran dirinya tentang hidup. Salah satu contohnya adalah Pondok Pesantren Gontor Ponorogo yang menanamkan kemandirian kepada semua santrinya. Sehingga dapat kita lihat ribuan alumninya jarang sekali kita temukan mereka melamar ingin menjadi pegawai negeri. Seakan ada dokrin yang tertanam mereka harus memiliki keterampilan hidup dan berwirausaha lebih baik dan lebih merdeka daripada kesana-kemari menjajakan ijazah untuk bekerja.
Keempat,  Santri diajarkan leadership atau keterampilan memimpin orang  lain. Sistem pendidikan pondok pesantren yang menjadikan kekak kelas wajib membimbing adik kelas, tanpa disadari santri, secara alami telah menumbuhkan jiwa kepemimpinan dan tanggung jawab. Hal ini penting sekali sebab setelah mereka terjun ke masyarakat mereka terbiasa berdakwah dan memimpin masyarakat.
Kelima, Lebih dari itu, saya ingin katakan bahwa anak-anak kita diusia SMP dan SMA tengah memasuki usia fuber atau ABG, dimana secara psikologis mereka tengah mengalami masa-masa kegoncangan mental akibat perkembangan fisik dan hormonal tubuh mereka. Akibatnya mereka seringkali galau, cemas, sulit memahami mana yang baik dan benar serta proses mencari jati dirinya. Dalam kondisi demikian sangat baik mereka menerima pendidikan 24 jam dilingkungan yang kondusif dan jauh dari pengaruh buruk lingkungan. Wallahu a’lam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar